The Potential of Jonggol Garden in Cibodas Village in the Prospect of Developing Ecotourism

Abstract

The Covid-19 pandemic has devastated the Indonesian economy, including the tourism industry. After the pandemic, tourism began to reopen. This study aims to find out the potentiality and obstacles of Jonggol Garden after the pandemic. The method used is the quantitative purposive sampling and incidental sampling through the provision of questionnaires, interviews, and secondary data from literature materials. Analyze with SWOT to see the potential and obstacles of Jonggol Garden. Followed by univariate and bivariate analysis for each of the observed.


Keywords: post-pandemic, ecotourism, Jonggol tourism, Jonggol Garden, creative economy

References
[1] Uno S. Kemenparekraf Gandeng Kemendes PDTT Bangun Desa Wisata [Internet]. 2021. Available from: https://www.beritasatu.com

[2] Kompas L. Inovasi Daerah: Desa Berjaya Kelola Ekowisata. Jakarta: Penerbit Buku Kompas; 2021.

[3] Yasin A, Bupati AY. Bakal Optimalkan Obyek Wisata di Desa Cibodas Jonggol [Internet]. 2019. Available from: https://kabarindoraya.com/bupati-ay-bakal-optimalkanobyek- wisata-di-desa-cibodas-jonggol/

[4] Ghawa M, Wherrett T. Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Desa Nira Nusa, Nusa Tenggara Timur Menggunakan Analisis Swot. SCISCITATIO. 2022;3(1):27-37.

[5] Wijaya YA, Ekowisata Hutan Mangrove Sebagai Destinasi Pariwisata di Belawan Sumatera Utara. SINTAKSIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan. 2021;1(2):71-81.

[6] Tuasikal T. Strategic development of Nitanghahai Beach Ecotourism in Morela Village. Jurnal Agrohut. 2020;11(1):33-42.

[7] Rijal S, Nasri N, Ardiansyah T, Chairil A. Potensi pengembangan ekowisata rumbia Kabupaten Jeneponto. Jurnal Hutan Dan Masyarakat. 2020;12(1):1-13.

[8] Djafar M, Mappiasse MF. Strategi Pengembangan Ekowisata Karst di Dusun Rammang-Rammang Maros Sulawesi Selatan. Gorontalo Journal of Forestry Research. 2019;2(1):1-10.

[9] Kartikasari R. Potensi Pengembangan Ekowisata di Green Canyon Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat. Agrika. 2016;10(1).

[10] Lestari H. Studi Potensi Ekowisata Air Terjun Sitimbulan di Desa Haunatas Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan. Medan: USU; 2018.

[11] Abdoellah OS. Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Desa Tarumajaya, Hulu Sungai Citarum: Potensi dan Hambatan. Kumawula. 2019;2(3):236-247.

[12] Mayasari D. Potensi Pariwisata Dan Strategi Pengembangan Pariwisata Yang Berkelanjutan Di Desa Sukajadi Kabupaten Bogor. Journal of Community Services in Tourism. 2021;2(1):13-26. https://doi.org/10.34013/mp.v2i1.371

[13] Parida I. Strategi Pengembangan Wisata Alam di Wana Wisata Curug Citambur KPH Cianjur. Wanamukti. 2021;24(1):42-50.

[14] Haris M, Soekmadi R, Arifin HS. Potential attractions of ecotourism in Bukit Batu reserve game Bengkalis Regency Riau Province. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 2017;14(1):39-56.

[15] Aurelia M, Kosmaryandi N, Amanah S. Potensi Ekowisata Berbasis Masyarakat Kampung Urug, Sukajaya, Bogor. Media Konservasi. 2020;25(1):1-9.

[16] Pratiwi LPK. Potensi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat perkotaan di Daerah Aliran Sungai Ayung (Studi kasus Tukad Bindu, Desa Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur). SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. 2018;12(1):75-86.

[17] Ridwan M, Aini W. Perencanaan pengembangan daerah tujuan pariwisata. Yogyakarta: Deepublish; 2019.

[18] Mardiyanto H. Pedoman Pengembangan Ekowisata di Daerah. Jakarta: Permen no 33; 2009.

[19] Muntasib EH, Meilani R, Sunkar A, Muthiah J, Rahayuningsih T. Modal Sosial Masyarakat Jawa Barat dalam Pengembangan Ekowisata. PT Penerbit IPB Press; 2019.

[20] Arjana IGB. Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jakarta: Rajawali Pers; 2016.

[21] Cibodas Village Government. Cibodas Village Profile. Jonggol: Cibodas Village Government; 2017.

[22] Hardani H, Andriani H, Fardani RA, Ustiawaty J, Utami EF, Sukmana DJ, Istiqomah RR. Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Ilmu; 2020.